KATA PENGANTAR
Berkat
rahmat dan karunia Allah SWT , penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah
ini yang berjudul “Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa
SMA Negeri 2 Painan”. Karya ilmiah ini diajukan
untuk tugas penelitian ilmiah dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Penyelesaian
karya tulis ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala
SMA Negeri 2 Painan.
2. Ibu
sebagai narasumber perpustakaan.
3. Ibu
Yelvi Monariza sebagai guru pembimbing.
4. Khususnya
kepada orang tua kami yang telah memberi dorongan semangat, dan doa.
5. Teman
– teman yang selalu memberikan semangat.
Kritik dan saran diharapkan untuk
kesempurnaan tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat hendaknya. Amin.
Painan,
Januari 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar........................................................................................................ i
Daftar Isi................................................................................................................. ii
Abstrak.................................................................................................................... iv
Bab I Pendahuluan
..... 1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................................. 1
..... 1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................... 1
..... 1.3 Pembatasan Masalah.................................................................................... 2
..... 1.4 Perumusan Masalah..................................................................................... 2
..... 1.5 Tujuan Penelitian......................................................................................... 2
..... 1.6 Kegunaan Penelitian.................................................................................... 2
..... 1.7 Metode Penelitian........................................................................................ 2
..... 1.8 Lokasi, Populasi,Informan........................................................................... 2
..... 1.9 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................... 3
Bab
II Tinjauan Pustaka
..... 2.1 Pengertian Membaca................................................................................... 4
..... 2.2 Jenis-Jenis Membaca.................................................................................... 4
..... 2.3 Penyebab Kurangnya Minat
Membaca........................................................ 7
..... 2.4 Akibat Kurangnya Membaca....................................................................... 7
..... 2.5 Upaya Meningkatkan Minat Baca............................................................... 8
..... 2.6 Kerangka Konseptual.................................................................................. 9
Bab
III Pembahasan
..... 3.1 Dampak Kurangnya Membaca pada
Siswa SMA N 2 Painan................... 10
3.2
Penyebab Siswa SMA N 2 Painan Kurang Minat Membaca............................ 11
3.3
Upaya yang Dilakukan SMA N 2 Painan untuk Meningkatkan minat Baca.... 12
Bab
IV Penutup
4.1
Kesimpulan........................................................................................................ 13
4.2
Saran.................................................................................................................. 13
Daftar
Pustaka......................................................................................................... 14
Lampiran
ABSTRAK
Vicky Berlian Ocktaveantari, Suci
Pratiwi Maritim. Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa SMA N 2 Painan. Penelitian
ini bersifat deskriptif dan dimaksudkan untuk mendeskripsikan upaya
meningkatkan minat baca siswa-siswa SMA N 2 Painan.
Untuk
mengumpulkan data penelitian ini penulis melakukan survei lapangan dan media
putaska serta wawancara narasumber.
Tujuan
penelitian ini adalah agar siswa SMA N 2
Painan mengetahui apa dampak dari kurangnya membaca buku dalam kehidupan dan bagaimana
cara untuk meningkatkan minat baca siswa SMA N 2 Painan.
Hipotesis
yang di ajukan dalam penelitian adalah :
“menjadikan membaca buku sebagai budaya”
Populasi
penelitian ini adalah siswa SMA N 2 Painan. Dari hasil penelitian terbukti
bahwa siswa SMA N 2 Painan kurang menaruh minat dalam kegiatan membaca.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Membaca adalah suatu kegiatan
yang wajib untuk dilakukan oleh para generasi muda dan siswa cara untuk
mendapatkan informasi. Dengan membaca, berbagai informasi dapat kita peroleh
secara langsung. Membaca dapat membuat seseorang mengetahui apa yang sebelumya
belum diketahui, dan membaca cenderung membuat seseorang menjadilebih pintar.
Akan
tetapi, pada saat sekarang ini banyak siswa SMA Negeri 2 Painan yang kurang
menaruh minat membaca. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal seperti
berkembangnya teknologi yang menyebabkan siswa lebih banyak bermain dari pada
membaca, kurangnya keinginahuan generasi muda, pengaruh pergaulan, sifat malas
yang susah dirubah, dan lainnya. Kurangnya kegemaran membaca di
kalangan siswa terjadi karena siswa terbiasa dicekoki oleh informasi instan
yang biasa diperoleh dari siaran TV dan media elektronik lainnya. Disamping
itu, remaja menganggap membaca adalah hal yang membosankan. Padahal dengan
membaca cakrawala intelektual kita bisa terbuka dan menjadikan kita lebih
tanggap akan lingkungan sekitar.
Banyak sekali akibat dari kurangnya
minat membaca pada siswa SMA Negeri 2 Painan seperti tidak akan melatih diri
untuk berfikir dan menganalisis, sering di anggap bodoh, dan tentunya
pengetahuan yang sempit. Dalam mengurangi dampak yang di timbulkan dari
kurangnya minat baca, banyak sekali upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi
hal tersebut seperti menerapkan motto kehidupan yang sangat berguna untuk
meningkatkan minat baca, menyediakan tempat-tempat yang nyaman untuk membaca,
dan tentunya menyedikan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Dengan adanya
upaya tersebut tentunya siswa SMA Negeri 2 Painan menjadi tersadar dan dapat
menaruh minat dalam kegitan membaca.
Untuk mengatasi permasalahan
tersebut, maka penulis tertarik untuk mengambil judul karya ilmiah ini yaitu “Upaya Meningkatkan
Minat Baca Siswa SMA Negeri 2 Painan”.
1.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar
belakang maka dapat diidentifikasi masalah
penelitian sebagai berikut :
1.
Membaca adalah kegiatan yang wajib
dilakukan oleh siswa dan generasi muda.
2.
Manfaat dari kegitan membaca.
3.
Rendahnya minat baca siswa SMA Negeri 2
Painan.
4.
Kurangnya pengetahuan siswa mengenai
dampak rendahnya membaca.
1.3 Pembatasan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan identifikasi masalah, peneliti membatasi penelitian sebagai
berikut :
1.
Penyebabnya kurangnya minat baca siswa
SMA Negeri 2 Painan.
2.
Akibat kurangnya minat membaca siswa SMA
Negeri 2 Painan.
3.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
minat baca SMA Negeri 2 Painan.
1.3
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut :
1.
Apakah siswa SMA Negeri 2 Painan sudah
menyadari dampak dari kurangnya membaca?
2
Mengapa siswa SMA Negeri 2 Painan kurang
menaruh minat dalam membaca?
3
Bagaimana upaya yang dilakukan sekolah
SMA Negeri 2 Painan dalam meningkatkan minat baca siswa?
1.5
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan,:
1.
Agar siswa SMA Negeri 2 Painan menyadari
dampak dari kurangnya membaca.
2.
Agar siswa SMA Negeri 2 Painan lebih
menaruh minat dalam membaca.
3.
Agar siswa SMA Negeri 2 Painan bisa
memanfaatkan upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan minat baca
siswa.
1.6
Kegunaan Penelitian
1.
Bagi peneliti, mengembangkan
pengetahuan, menambah pengalaman, menggali potensi diri, dan menambah rasa
percaya diri.
2.
Bagi siswa SMA Negeri 2 Painan menambah
pengetahuan, lebih menaruh minat dalam membaca,
mengetahui dampak dari kurangnya membaca, berupaya memanfaatkan upaya
yang telah dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa.
1.7
Metode
Metode penelitian
mengkombinasikan antara survei, kajian pustaka dan tambahan internet. Karena
disini penulis cenderung melakukan survei
dormasi penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa atau suatu
kejadian dan kemudian meruntun ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor
yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.
1.8 Lokasi,
Populasi, Informan
Lokasi : Sekolah SMA Negeri 2 Painan
Populasi : Siswa SMA Negeri 2 Painan
Informan : Guru, pengelola perpustakaan SMA
Negeri 2 Painan.
1.9 Teknik Pengumpulan Data
Wawancara,
observasi, tinjauan pustaka, dokumentasi dan foto.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Membaca
Menurut Burn, Roe danRoss (1984)
membaca merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian
mengintererpretasikan simbol, atau kata yang dilihat atau mempersepsikan,
mengikuti logika dan pola tatabahasa dari kata-kata yang ditulis penulis,
mengenali hubungan antara simbol dan suara antara kata-kata dan apa yang ingin
ditampilkan, menghubungkan kata-kata kembali kepada pengalaman langsung untuk
memberikan kata-kata yang bermakna dan mengingat apa yang merela pelajari
dimasa lalu dan menggabungkan ide baru dan fakta serta menyetujui minat
individu dan sikap yang merasakan tugas membaca.
Membaca menurut Tarigan (1985)
adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh
pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri
dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung
atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Sedangkan menurut Finochiaro dan
Bonomo(Tarigan, 1985) mendefinisikan secarasingkat, membaca adalah memetik
sertamemahamai arti makna yang terkandungdi dalam bahan tertulis.
Pengertian membaca menurut Juel
(Sandjaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata
danmemadukan arti kata dalam kalimat danstruktur bacaan, sehingga hasil akhir
dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan.
2.2
Jenis-Jenis Membaca
a. Membaca Nyaring dan Membaca dalam Hati
Membaca nyaring merupakan proses
mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. Karena tujuan
utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca bukan hanya dituntut
harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi bahasa saja,
melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar
pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi
bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang
mendengarnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring
sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya
membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati.
b. Membaca Ekstensif dan Membaca Intensif
Membaca ekstensif merupakan membaca yang
dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal
memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program
membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang
sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.
Membaca
ekstensif meliputi tiga jenis membaca yakni:
1. Membaca Survey
Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan
untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan
yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar
melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya,
judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar
indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca
survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan
prabaca.
2. Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca
yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan
tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan
mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32). Soedarso (1998:32)
mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara
sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.
3. Membaca Dangkal
Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk
memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan
yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk
mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun
betul-betul merupakan jenis bacaan ringan.. Misalnya, majalah, novel, cerpen
dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.
c.
Membaca
Intensif
Membaca
intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama.
Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari
bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya
untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.
Jenis
membaca intensif antara lain:
1. Membaca Teliti
Membaca
ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam terks
bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang
digunakan oleh si penulis. Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat
mengenal dan menghubungkan kaitan anatara gagasan yang ada, baik yang terdapat
dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.
2. Membaca Pemahaman
Menurut
Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan
untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis,
drama tulis, serta pola-pola fiksi.
1.
Membaca Kritis
Membaca kritis
adalah sejemis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati,
mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.
2.
Membaca Ide
Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan
untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam
bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca idemerupakan kegitan membaca yang
bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a)
mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang
dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang
dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.
3.
Membaca Sastra
Membaca
sastra merupakan kegiatan membaca karya sastra, baik dalam hubungannya dengan
kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengan kepentingan studi dan
kepentingan pengkajian.
2.3 Penyebab
Kurangnya Minat Baca
Banyak
penyebab dari kurangnya minat baca siswa atau generasi muda pada saat sekarang
ini, diantaranya disebabkan oleh hal-hal berikut:
1.
Budaya Bercerita
Budaya mendengarkan, menonton, dan berbicara ditengarai menjadi
sebab kurangnya minat masyarakat untuk mau mengunjungi perpustakaan. Masyarakat
Indonesia lebih suka bercerita dibandingkan dengan membaca, gejala ini tidak
lepas dari kebiasaan masa lalu di mana tradisi lisan masih menguasai Indonesia.
2.
Banyaknya Jenis Hiburan
Permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian
anak-anak dan orang dewasa dari buku, surfing di internet walaupun yang
terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Hanya saja apa yang
dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya
yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.
3.
Banyaknya Tempat Hiburan
Banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman
rekreasi, tempat karaoke, night club, mall, supermarket.
4.
sifat malas
sifat malas yang merajalela dikalangan anak-anak maupun dewasa
untuk membaca dan belajar demi kemajuan diri masing-masing untuk menambah ilmu
pengetahuan.
2.4
Akibat Kurangnya Membaca
1.
Tidak Mampu Berkembang dan Memanfaatkan
Potensi.
Akibat dari kurangnya membaca pada siswa tentunya akan
menimbulkan masalah kekeringan idea dan ketandusan daya cipta. Sehingga, ia
tidak mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensinya dengan maksimal.
2.
Lemahnya daya pikir
Kurangnya membaca mengakibatkan lemahnya daya pikir yang
disebabkan oleh pengetahuan yang sempit.
3.
Mudah Meniru dan Menciplak
Hal tersebut disebabkan karena ketiadaan ilmu sehingga untuk
menumbuhkan ide-ide baru pun menjadi sulit.
4.
Kurangnya Kepercayaan Diri
Akibat dari kurangnya membaca adalah kurangnya kepercayaan
diri, hal tersebut diakibatkan olehpengetahuan yang sempit, dan ketidaktahuan
akan suatu hal.
5.
Tidak Tahu Akan Perkembangan Dunia dan Teknologi
Seperti yang kita tahu, membaca merupakan jendela dunia, maka
jika kita tidak membaca kita akan tertinggal dan akan menjadi pemilik masa lalu.
2.5
Upaya Meningkatkan Minat Baca
1.
Bangunlah Motivasi Minat Membaca
Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri
dalam membaca. Bagi saya pribadi pandangan selintas di atas sudah cukup untuk
memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, sebab itu adalah sebuah
keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita
menjadi terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.
2.
Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita Disukai.
Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai
membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia
buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan
karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi
seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci:
cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan
pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan
sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk
membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.
3.
Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman
untuk Membaca.
Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak
semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari
bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang
tepat. Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat.
Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca saat
jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga
yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur,
dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk
bengong dan menunggu dengan membaca!
4.
Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita
dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau
perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa
ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk
melakukan sesuatu.
2.6
Kerangka Konseptual

BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Dampak Kurangnya Membaca pada Siswa SMA Negeri
2 Painan
Berdasarkan data yang
kami dapatkan, tampak jalas bahwa pelajar SMA Negeri 2 Painan kurang menyadari
apa dampakdari kurangnya membaca. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana
persentase pengunjung yang datang ke perpustakaan yang berada di SMA Negeri 2
Painan. Grafik datanya dapat dilihat sebagai berikut:

Dari data tersebut dapat
disimpulkan bahwa siswa SMA N 2 Painan kurang menyadari bagaimana dampak dari
kurangnya membaca tersebut sebenarnya. Dengan menyadari akibat dari kurangnya membaca
tersebut sudah pasti siwa SMA N 2 Painan akan lebih giat lagi dalam berkunjung
keperpustakaan untuk sekedar mencari-cari ilmu baru.
Ketika kami tanya apakah mereka
mengetahui akan dampak dari kurang membaca, mereka menjawab “tentu kami tahu”
disana mereka juga mengungkapkan apa alasan mereka kurang minat dalam kegitan
membaca. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal seperti mereka lebih
disibukkan dengan perkembagan teknologi yang semakin maju, dan pula mereka
lebih suka bercerita dengan teman-teman dari pada membaca.
Akan tetapi, mereka juga mengatakan
bahwa dampak dari kurangnya membaca tersebut sangat berdampak bagi dirinya,
yang bisa kehabisan topik apabila berbicara karena kurangnya pengetahuan yang
mereka punya, serta lemahnya daya pikir mereka dalam menanggapi suatu hal. Hal
tersebut tentunya disebabkan kerena mereka kurang membaca. Dan tentu pula
mereka merasa dangkal ilmu kerena pengetahuan yang sempit.
3.2
Penyebab Siswa SMA N 2 Painan Kurang Minat Membaca
Banyak
penyebab dari kurangnya siswa SMA N 2 Painan untuk menaruhminat dalam membaca.
Hal tersebut disebabkan oleh bermacam hal baik itu yang berasal dari mereka
sendri maupun penyebab yang berasal dari luar. Penyebabnya yaitu:
a.
Penyebab dari dalam
Rasa malas yang kerap muncul,
ketidakinginan mengetahui suatu hal yang baru, sudah merasa puas akan hal yang
sudah ada, serta rasa bosan untuk membaca buku.
b.
Penyebab dari luar
Budaya berbicara yang sudah lama
muncul, pengaruh teman pergaulan, kemajuan teknologi yang ingin terus diemban
dan dimanfaatkan setiap waktunya, banyaknya jenis hiburan yang tersedia.
Berbagai penyebab yang menimbulkan
siswa SMA N 2 Painan kurang menaruh minat dalam membaca sangat disayangkan,
karena membaca adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap
orang terutama para pelajar. Dengan
membaca mereka akan mengetahui apa yang sebelumnya belum pernah
diketahuinya. Dan juga dengan membaca pengetahuan seseoarang akan menjadi luas
tentunya.
Dari penyebab diatas,
sebenarnya itu adalah masalah yang benar-benar sedang dialami oleh generasi
muda pada saat sekarang ini. Tapi setidaknya kita sebagai generasi muda bisa
mengantisipasi hal tersebut sehingga, para generesi muda akan tetap menjadi
generasi yang berilmu pengetahuan, berintelektual dan juga tentunya menjadi
seseorang yang berguna bagi bangsa dan negaranya, terutama untuk para siswa
yang berada di lingkungan SMA N 2 Painan.
3.2
Upaya yang Dilakukan SMA N 2 Painan
untuk Meningkatkan Minat Baca
Berbagai upaya telah dilakukan
Sekolah SMA N 2 Painan untuk meningkatkan minat baca siswa, diantaranya
menyediakan tempat-tempat yang nyaman untuk membaca seperti halnya perpustakaan
yang berada di sekolah, dengan tentunya perpustakaan tersebut menyediakan buku-
buku yang nantinya bisa dibaca oleh siswa-siswa SMA N 2 Painan. Tak lupa pula
sekolah SMA N 2 Painan menyediakan kursi-kursi dan meja-meja yang digunakan
untuk siswa nantinya untuk membaca.
Untuk memanfaatkan buku yang ada
pun tidak sulit, para siswa diberi kemudahan untuk meminjam berbagi jenis buku
yang disediakan.hanya saja, nantinya siswa harus mengembalikan buku yang telah
dipinjam kepada perpustakaan itu kembali sesuai dengan waktu yang telah di
tentukan. Selain itu, perpustakaan untuk membaca para siswa itu pun telah
terakreditasi A yang tentunya nilai itu adalah nilai yang sangat baik.
Dengan tersedianya perpustakaan
tersebut diharapkan siswa SMA N 2 Painan bisa lebih giat lagi membaca buku-buku
yang tersedia yang berguna menambah ilmu dan pengetahuan mereka.
BAB IV
KESIMPULAN
Membaca
menurut Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan
oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk
berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu
mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang
tertulis. Sedangkan menurut Finochiaro dan Bonomo(Tarigan, 1985) mendefinisikan
secarasingkat, membaca adalah memetik sertamemahamai arti makna yang
terkandungdi dalam bahan tertulis.
Pengertian
membaca menurut Juel (Sandjaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses
untuk mengenal kata danmemadukan arti kata dalam kalimat danstruktur bacaan,
sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat
intisari dari bacaan.
Dampak
Kurangnya Membaca pada Siswa SMA Negeri 2 Painan adalah
1.
Pengetahuan yang sempit.
2.
lemahnya daya pikir mereka dalam
menanggapi suatu hal.
Penyebab siswa SMA N 2 Painan kurang
menaruh minat dalam membaca
a.
Penyebab dari dalam
Rasa malas yang kerap muncul,
ketidakinginan mengetahui suatu hal yang baru, sudah merasa puas akan hal yang
sudah ada, serta rasa bosan untuk membaca buku.
b.
Penyebab dari luar
Budaya berbicara yang sudah lama
muncul, pengaruh teman pergaulan, kemajuan teknologi yang ingin terus diemban
dan dimanfaatkan setiap waktunya, banyaknya jenis hiburan yang tersedia.
Upaya yang dilakukan untuk
meningkatkan minat baca siswa
a.
Dengan menyedikan perpustakaan
b.
Menyediakan buku-buku untuk dibaca
c.
Menyedikan kursi dan meja agar para siswa nyaman dalam
membaca.
Daftar
Pustaka
Hardjoprakoso, Mastini.2002.
Meningkatkan Minat Baca Bagi Remaja.Jakarta: Visi Pustaka.
Cahyono,Roby.2003. Peranan Buku
Dalam Perkembangan Anak.Jakarta:Visi Pustaka.
Masri Sareb Putra. R. 2008, Menumbuhkan
Minat Baca Sejak Dini. Jakarta:Indeks
As-sirjani,Raghib. 2007. Spritual
Reading ; Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca. Solo: AQWAM.
http://google.com/upaya
meningkatkan minat baca
http://google.com//akibat
kurang membaca
2 komentar:
karya tersebut sangat menginspirasi saya.Terima kasih
terimakasih atas infonya..
Posting Komentar