Sabtu, 03 Mei 2014

karya tulis ilmiah "upaya meningkatkan minat baca"

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia Allah SWT , penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang berjudul “Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa SMA Negeri 2 Painan”. Karya ilmiah ini diajukan untuk tugas penelitian ilmiah dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Penyelesaian karya tulis ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Kepala SMA Negeri 2 Painan.
2.      Ibu sebagai narasumber perpustakaan.
3.      Ibu Yelvi Monariza sebagai guru pembimbing.
4.      Khususnya kepada orang tua kami yang telah memberi dorongan semangat, dan doa.
5.      Teman – teman yang selalu memberikan semangat.

            Kritik dan saran diharapkan untuk kesempurnaan tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat hendaknya. Amin.








Painan,      Januari 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................ i
Daftar Isi................................................................................................................. ii
Abstrak.................................................................................................................... iv
Bab I Pendahuluan
..... 1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................................. 1
..... 1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................... 1
..... 1.3 Pembatasan Masalah.................................................................................... 2
..... 1.4 Perumusan Masalah..................................................................................... 2
..... 1.5 Tujuan Penelitian......................................................................................... 2
..... 1.6 Kegunaan Penelitian.................................................................................... 2
..... 1.7 Metode Penelitian........................................................................................ 2
..... 1.8 Lokasi, Populasi,Informan........................................................................... 2
..... 1.9 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................... 3
Bab II Tinjauan Pustaka
..... 2.1 Pengertian Membaca................................................................................... 4
..... 2.2 Jenis-Jenis Membaca.................................................................................... 4
..... 2.3 Penyebab Kurangnya Minat Membaca........................................................ 7
..... 2.4 Akibat Kurangnya Membaca....................................................................... 7
..... 2.5 Upaya Meningkatkan Minat Baca............................................................... 8
..... 2.6 Kerangka Konseptual.................................................................................. 9
Bab III Pembahasan
..... 3.1 Dampak Kurangnya Membaca pada Siswa  SMA N 2 Painan................... 10
3.2 Penyebab Siswa SMA N 2 Painan Kurang Minat Membaca............................ 11
3.3 Upaya yang Dilakukan SMA N 2 Painan untuk Meningkatkan minat Baca.... 12
Bab IV Penutup
4.1 Kesimpulan........................................................................................................ 13
4.2 Saran.................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka......................................................................................................... 14
Lampiran



















ABSTRAK

            Vicky Berlian Ocktaveantari, Suci Pratiwi Maritim. Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa SMA N 2 Painan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dimaksudkan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan minat baca siswa-siswa SMA N 2 Painan.
Untuk mengumpulkan data penelitian ini penulis melakukan survei lapangan dan media putaska serta wawancara narasumber.
Tujuan penelitian ini  adalah agar siswa SMA N 2 Painan mengetahui apa dampak dari kurangnya membaca buku dalam kehidupan dan bagaimana cara untuk meningkatkan minat baca siswa SMA N 2 Painan.
Hipotesis yang di ajukan dalam  penelitian adalah : “menjadikan membaca buku sebagai budaya”
Populasi penelitian ini adalah siswa SMA N 2 Painan. Dari hasil penelitian terbukti bahwa siswa SMA N 2 Painan kurang menaruh minat dalam kegiatan membaca.





     





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Masalah
Membaca adalah suatu kegiatan yang wajib untuk dilakukan oleh para generasi muda dan siswa cara untuk mendapatkan informasi. Dengan membaca, berbagai informasi dapat kita peroleh secara langsung. Membaca dapat membuat seseorang mengetahui apa yang sebelumya belum diketahui, dan membaca cenderung membuat seseorang menjadilebih pintar.
Akan tetapi, pada saat sekarang ini banyak siswa SMA Negeri 2 Painan yang kurang menaruh minat membaca. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal seperti berkembangnya teknologi yang menyebabkan siswa lebih banyak bermain dari pada membaca, kurangnya keinginahuan generasi muda, pengaruh pergaulan, sifat malas yang susah dirubah, dan lainnya. Kurangnya kegemaran membaca di kalangan siswa terjadi karena siswa terbiasa dicekoki oleh informasi instan yang biasa diperoleh dari siaran TV dan media elektronik lainnya. Disamping itu, remaja menganggap membaca adalah hal yang membosankan. Padahal dengan membaca cakrawala intelektual kita bisa terbuka dan menjadikan kita lebih tanggap akan lingkungan sekitar.
            Banyak sekali akibat dari kurangnya minat membaca pada siswa SMA Negeri 2 Painan seperti tidak akan melatih diri untuk berfikir dan menganalisis, sering di anggap bodoh, dan tentunya pengetahuan yang sempit. Dalam mengurangi dampak yang di timbulkan dari kurangnya minat baca, banyak sekali upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut seperti menerapkan motto kehidupan yang sangat berguna untuk meningkatkan minat baca, menyediakan tempat-tempat yang nyaman untuk membaca, dan tentunya menyedikan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Dengan adanya upaya tersebut tentunya siswa SMA Negeri 2 Painan menjadi tersadar dan dapat menaruh minat dalam kegitan membaca.
            Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk mengambil judul  karya ilmiah ini yaitu “Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa SMA Negeri 2 Painan”.


1.2              Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang maka dapat diidentifikasi masalah  penelitian sebagai berikut :
1.        Membaca adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh siswa dan generasi muda.
2.        Manfaat dari kegitan membaca.
3.        Rendahnya minat baca siswa SMA Negeri 2 Painan.
4.        Kurangnya pengetahuan siswa mengenai dampak rendahnya membaca.
1.3       Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, peneliti membatasi penelitian sebagai berikut :
1.        Penyebabnya kurangnya minat baca siswa SMA Negeri 2 Painan.
2.        Akibat kurangnya minat membaca siswa SMA Negeri 2 Painan.
3.        Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca SMA Negeri 2 Painan.

1.3              Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.        Apakah siswa SMA Negeri 2 Painan sudah menyadari dampak dari kurangnya membaca?
2          Mengapa siswa SMA Negeri 2 Painan kurang menaruh minat dalam membaca?
3          Bagaimana upaya yang dilakukan sekolah SMA Negeri 2 Painan dalam meningkatkan minat baca siswa?

1.5              Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan,:
1.      Agar siswa SMA Negeri 2 Painan menyadari dampak dari kurangnya membaca.
2.      Agar siswa SMA Negeri 2 Painan lebih menaruh minat dalam membaca.
3.      Agar siswa SMA Negeri 2 Painan bisa memanfaatkan upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa.

1.6              Kegunaan Penelitian
1.    Bagi peneliti, mengembangkan pengetahuan, menambah pengalaman, menggali potensi diri, dan menambah rasa percaya diri.
2.    Bagi siswa SMA Negeri 2 Painan menambah pengetahuan, lebih menaruh minat dalam membaca,  mengetahui dampak dari kurangnya membaca, berupaya memanfaatkan upaya yang telah dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa.

1.7              Metode
Metode penelitian mengkombinasikan antara survei, kajian pustaka dan tambahan internet. Karena disini penulis cenderung melakukan survei  dormasi penelusuran kembali terhadap suatu peristiwa atau suatu kejadian dan kemudian meruntun ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.

1.8       Lokasi, Populasi,  Informan
Lokasi             : Sekolah SMA Negeri 2 Painan
Populasi           : Siswa SMA Negeri 2 Painan
Informan         : Guru, pengelola perpustakaan SMA Negeri 2 Painan.

1.9       Teknik Pengumpulan Data
Wawancara, observasi, tinjauan pustaka, dokumentasi dan foto.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

     
2.1     Pengertian Membaca
     
                  Menurut Burn, Roe danRoss (1984) membaca merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian mengintererpretasikan simbol, atau kata yang dilihat atau mempersepsikan, mengikuti logika dan pola tatabahasa dari kata-kata yang ditulis penulis, mengenali hubungan antara simbol dan suara antara kata-kata dan apa yang ingin ditampilkan, menghubungkan kata-kata kembali kepada pengalaman langsung untuk memberikan kata-kata yang bermakna dan mengingat apa yang merela pelajari dimasa lalu dan menggabungkan ide baru dan fakta serta menyetujui minat individu dan sikap yang merasakan tugas membaca.
                  Membaca menurut Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Sedangkan menurut Finochiaro dan Bonomo(Tarigan, 1985) mendefinisikan secarasingkat, membaca adalah memetik sertamemahamai arti makna yang terkandungdi dalam bahan tertulis.
                  Pengertian membaca menurut Juel (Sandjaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata danmemadukan arti kata dalam kalimat danstruktur bacaan, sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan.

2.2  Jenis-Jenis Membaca

a.       Membaca Nyaring dan Membaca dalam Hati
      Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. Karena tujuan utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi bahasa saja, melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambang-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang mendengarnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati.

b.      Membaca Ekstensif dan Membaca Intensif
      Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Membaca ekstensif meliputi tiga jenis membaca yakni:

1.      Membaca Survey
      Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.
2.      Membaca Sekilas
      Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32). Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.
3.      Membaca Dangkal
      Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan.. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.

c.       Membaca Intensif
            Membaca intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:
1.      Membaca Teliti
      Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam terks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis. Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan anatara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.
2.      Membaca Pemahaman
      Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.
1.       Membaca Kritis
      Membaca kritis adalah sejemis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.
2.      Membaca Ide
      Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca idemerupakan kegitan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.
3.       Membaca Sastra
      Membaca sastra merupakan kegiatan membaca karya sastra, baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengan kepentingan studi dan kepentingan pengkajian.

2.3     Penyebab Kurangnya Minat Baca
                        Banyak penyebab dari kurangnya minat baca siswa atau generasi muda pada saat sekarang ini, diantaranya disebabkan oleh hal-hal berikut:
1.      Budaya Bercerita
      Budaya mendengarkan, menonton, dan berbicara ditengarai menjadi sebab kurangnya minat masyarakat untuk mau mengunjungi perpustakaan. Masyarakat Indonesia lebih suka bercerita dibandingkan dengan membaca, gejala ini tidak lepas dari kebiasaan masa lalu di mana tradisi lisan masih menguasai Indonesia.
2.      Banyaknya Jenis Hiburan
      Permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak.
3.      Banyaknya Tempat Hiburan
      Banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi, tempat karaoke, night club, mall, supermarket.
4.      sifat malas
      sifat malas yang merajalela dikalangan anak-anak maupun dewasa untuk membaca dan belajar demi kemajuan diri masing-masing untuk menambah ilmu pengetahuan.

2.4         Akibat Kurangnya Membaca

1.      Tidak Mampu Berkembang dan Memanfaatkan Potensi.
      Akibat dari kurangnya membaca pada siswa tentunya akan menimbulkan masalah kekeringan idea dan ketandusan daya cipta. Sehingga, ia tidak mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensinya dengan maksimal.
2.      Lemahnya daya pikir
      Kurangnya membaca mengakibatkan lemahnya daya pikir yang disebabkan oleh pengetahuan yang sempit.
3.      Mudah Meniru dan Menciplak
      Hal tersebut disebabkan karena ketiadaan ilmu sehingga untuk menumbuhkan ide-ide baru pun menjadi sulit.
4.      Kurangnya Kepercayaan Diri
      Akibat dari kurangnya membaca adalah kurangnya kepercayaan diri, hal tersebut diakibatkan olehpengetahuan yang sempit, dan ketidaktahuan akan suatu hal.
5.      Tidak Tahu Akan Perkembangan Dunia dan Teknologi
      Seperti yang kita tahu, membaca merupakan jendela dunia, maka jika kita tidak membaca kita akan tertinggal dan akan menjadi  pemilik masa lalu.

2.5         Upaya Meningkatkan Minat Baca
1.      Bangunlah Motivasi Minat Membaca
      Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam membaca. Bagi saya pribadi pandangan selintas di atas sudah cukup untuk memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, sebab itu adalah sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.
2.       Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita Disukai.
      Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.
3.      Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
      Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang tepat.  Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!
4.       Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
      Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.

2.6         Kerangka Konseptual






     


BAB III
PEMBAHASAN


3.1         Dampak Kurangnya Membaca pada Siswa SMA Negeri 2 Painan

Berdasarkan data yang kami dapatkan, tampak jalas bahwa pelajar SMA Negeri 2 Painan kurang menyadari apa dampakdari kurangnya membaca. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana persentase pengunjung yang datang ke perpustakaan yang berada di SMA Negeri 2 Painan. Grafik datanya dapat dilihat sebagai berikut:


Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa SMA N 2 Painan kurang menyadari bagaimana dampak dari kurangnya membaca tersebut sebenarnya. Dengan menyadari akibat dari kurangnya membaca tersebut sudah pasti siwa SMA N 2 Painan akan lebih giat lagi dalam berkunjung keperpustakaan untuk sekedar mencari-cari ilmu baru.
Ketika kami tanya apakah mereka mengetahui akan dampak dari kurang membaca, mereka menjawab “tentu kami tahu” disana mereka juga mengungkapkan apa alasan mereka kurang minat dalam kegitan membaca. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai macam hal seperti mereka lebih disibukkan dengan perkembagan teknologi yang semakin maju, dan pula mereka lebih suka bercerita dengan teman-teman dari pada membaca.
Akan tetapi, mereka juga mengatakan bahwa dampak dari kurangnya membaca tersebut sangat berdampak bagi dirinya, yang bisa kehabisan topik apabila berbicara karena kurangnya pengetahuan yang mereka punya, serta lemahnya daya pikir mereka dalam menanggapi suatu hal. Hal tersebut tentunya disebabkan kerena mereka kurang membaca. Dan tentu pula mereka merasa dangkal ilmu kerena pengetahuan yang sempit.
3.2 Penyebab Siswa SMA N 2 Painan Kurang Minat Membaca
Banyak penyebab dari kurangnya siswa SMA N 2 Painan untuk menaruhminat dalam membaca. Hal tersebut disebabkan oleh bermacam hal baik itu yang berasal dari mereka sendri maupun penyebab yang berasal dari luar. Penyebabnya yaitu:
a.              Penyebab dari dalam
Rasa malas yang kerap muncul, ketidakinginan mengetahui suatu hal yang baru, sudah merasa puas akan hal yang sudah ada, serta rasa bosan untuk membaca buku.
b.             Penyebab dari luar
Budaya berbicara yang sudah lama muncul, pengaruh teman pergaulan, kemajuan teknologi yang ingin terus diemban dan dimanfaatkan setiap waktunya, banyaknya jenis hiburan yang tersedia.

Berbagai penyebab yang menimbulkan siswa SMA N 2 Painan kurang menaruh minat dalam membaca sangat disayangkan, karena membaca adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap orang terutama para pelajar. Dengan  membaca mereka akan mengetahui apa yang sebelumnya belum pernah diketahuinya. Dan juga dengan membaca pengetahuan seseoarang akan menjadi luas tentunya.
Dari penyebab diatas, sebenarnya itu adalah masalah yang benar-benar sedang dialami oleh generasi muda pada saat sekarang ini. Tapi setidaknya kita sebagai generasi muda bisa mengantisipasi hal tersebut sehingga, para generesi muda akan tetap menjadi generasi yang berilmu pengetahuan, berintelektual dan juga tentunya menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa dan negaranya, terutama untuk para siswa yang berada di lingkungan SMA N 2 Painan.




3.2         Upaya yang Dilakukan SMA N 2 Painan untuk Meningkatkan Minat Baca

Berbagai upaya telah dilakukan Sekolah SMA N 2 Painan untuk meningkatkan minat baca siswa, diantaranya menyediakan tempat-tempat yang nyaman untuk membaca seperti halnya perpustakaan yang berada di sekolah, dengan tentunya perpustakaan tersebut menyediakan buku- buku yang nantinya bisa dibaca oleh siswa-siswa SMA N 2 Painan. Tak lupa pula sekolah SMA N 2 Painan menyediakan kursi-kursi dan meja-meja yang digunakan untuk siswa nantinya untuk membaca.
Untuk memanfaatkan buku yang ada pun tidak sulit, para siswa diberi kemudahan untuk meminjam berbagi jenis buku yang disediakan.hanya saja, nantinya siswa harus mengembalikan buku yang telah dipinjam kepada perpustakaan itu kembali sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Selain itu, perpustakaan untuk membaca para siswa itu pun telah terakreditasi A yang tentunya nilai itu adalah nilai yang sangat baik.
Dengan tersedianya perpustakaan tersebut diharapkan siswa SMA N 2 Painan bisa lebih giat lagi membaca buku-buku yang tersedia yang berguna menambah ilmu dan pengetahuan mereka.












BAB IV
KESIMPULAN

            Membaca menurut Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Sedangkan menurut Finochiaro dan Bonomo(Tarigan, 1985) mendefinisikan secarasingkat, membaca adalah memetik sertamemahamai arti makna yang terkandungdi dalam bahan tertulis.
            Pengertian membaca menurut Juel (Sandjaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata danmemadukan arti kata dalam kalimat danstruktur bacaan, sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan.
            Dampak Kurangnya Membaca pada Siswa SMA Negeri 2 Painan adalah
1.                   Pengetahuan yang sempit.
2.                   lemahnya daya pikir mereka dalam menanggapi suatu hal.

            Penyebab siswa SMA N 2 Painan kurang menaruh minat dalam membaca
a.                   Penyebab dari dalam
Rasa malas yang kerap muncul, ketidakinginan mengetahui suatu hal yang baru, sudah merasa puas akan hal yang sudah ada, serta rasa bosan untuk membaca buku.
b.                  Penyebab dari luar
Budaya berbicara yang sudah lama muncul, pengaruh teman pergaulan, kemajuan teknologi yang ingin terus diemban dan dimanfaatkan setiap waktunya, banyaknya jenis hiburan yang tersedia.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa

a.                   Dengan menyedikan perpustakaan
b.                  Menyediakan buku-buku untuk dibaca
c.                   Menyedikan kursi dan meja agar para siswa nyaman dalam membaca.

Daftar Pustaka


Hardjoprakoso, Mastini.2002. Meningkatkan Minat Baca Bagi Remaja.Jakarta: Visi Pustaka.

Cahyono,Roby.2003. Peranan Buku Dalam Perkembangan Anak.Jakarta:Visi Pustaka.

Masri Sareb Putra. R. 2008, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini. Jakarta:Indeks

As-sirjani,Raghib. 2007. Spritual Reading ; Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca. Solo: AQWAM.

http://google.com/upaya meningkatkan minat baca

2 komentar:

Dhakgo mengatakan...

karya tersebut sangat menginspirasi saya.Terima kasih

Kehidupan mengatakan...

terimakasih atas infonya..

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar